Rabu, 02 Oktober 2013

Promosi

Pengertian Promosi
  
  Promosi merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan pemasaran suatu barang. Promosi adalah suatu kegiatan bidang marketing yang merupakan komunikasi yang dilaksanakan perusahaan kepada pembeli atau konsumen yang memuat pemberitaan, membujuk, dan mempengaruhi segala sesuatu mengenai barang maupun jasa yang dihasilkan untuk konsumen, segala kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan volumen penjualan dengan menarik minat konsumen dalam mengambil keputusan membeli di perusahaan tersebut. Untuk memperjelas tentang pengertian promosi, berikut ini beberapa definisi tentang promosi.
Menurut Tjiptono (2000:219) : “Pada hakikatnya promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran”. Adapun yang dimaksud dengan komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan/atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
Selanjutnya Kotler (2002:41) menyatakan bahwa “Promosi adalah berbagai kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan yang menonjolkan keistimewaan-keistimewaan produknya yang membujuk konsumen sasaran agar membelinya”.
Kemudian Sistaningrum (2002:235) : “Promosi merupakan salah satu unsur kegiatan dari bauran pemasaran (marketing mix)”. Promosi menjadi media informasi.


Mengenal segala hal yang berkaitan dengan produk yang akan ditawarkan perusahaan kepada konsumen. Efektivitas kegiatan promosi penjualan akan sangat menentukan citra produk maupun citra perusahaan dimata masyarakat, khususnya konsumen, pada akhirnya akan sangat mempengaruhi tingkat permintaan konsumen atas produk yang ditawarkan perusahaan. Karena itulah kegiatan mempromosikan barang yang akan dijual termasuk kegiatan pemilihan media advertensi yang sesuai dengan bagian dagangan, menjadi kegiatan yang sangat penting bagi seorang pengusaha.

Komponen yang dilakukan memberitahukan dan meyakinkan pasar tentang produk suatu perusahaan dapat dilakukan melalui dua kegiatan utama yaitu periklanan dan Personal selling. Jadi pada dasarnya promosi itu adalah penyebaran informasi tentang kehadiran, ketersediaan produk, ciri-ciri, kondisi dan manfaat yang dapat diperoleh calon pembeli.

Tujuan Promosi

  Tujuan promosi adalah untuk mempengaruhi suatu konsumen dalam mengambil keputusan untuk meningkatkan volume penjualan, di segi lain ada juga dari promosi yaitu menjual suatu barang atau jasa. Dalam promosi kita tidak hanya sekedar berkomunikasi ataupun menyampaikan informasi, tetapi juga menginginkan komunikasi yang mampu menciptakan suasana/keadaan dimana para pelanggan bersedia memilih dan memiliki produk. Dengan demikian promosi yang akan dilakukan haruslah selalu berdasarkan atas beberapa hal sehingga tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Menurut Tjiptono (2000:222) tujuan promosi diantaranya adalah :
  • Menumbuhkan persepsi pelanggan terhadap suatu kebutuhan (category need).
  • Memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang suatu produk kepada konsumen (brand awareness).
  • Mendorong pemilihan terhadap suatu produk (brand attitude).
  • Membujuk pelanggan untuk membeli suatu produk (brand puchase intention).
  • Mengimbangi kelemahan unsur bauran pemasaran lain (puchase facilitation).
  • Menanamkan citra produk dan perusahaan (positioning)

Sumber : Repository

Senin, 02 September 2013

Belajar


Marketing

  
   Marketing adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.
Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa.


Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep marketing.Konsep itu adalah empat komponen dalam pemasaran yang terdiri dari 4P yakni
Karena pemasaran bukanlah ilmu pasti seperti keuangan, teori bauran pemasaran juga terus berkembang. Dalam perkembangannya, dikenal juga istilah 7P dimana 3P yang selanjutnya adalah People (Orang), Physical Evidence (Bukti Fisik), Process (Proses). Penulis buku Seth Godin, misalnya, juga menawarkan teori P baru yaitu Purple Cow.
Pemasaran lebih dipandang sebagai seni daripada ilmu, maka seorang ahli pemasaran tergantung pada lebih banyak pada ketrampilan pertimbangan dalam membuat kebijakan daripada berorientasi pada ilmu tertentu.
Pandangan ahli ekonomi terhadap pemasaran adalah dalam menciptakan waktu, tempat dimana produk diperlukan atau diinginkan lalu menyerahkan produk tersebut untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen (konsep pemasaran). Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.
Menurut Kotler dan Keller : Marketing is an organizational function and a set of processes for creating, communicating, and delivering value to customers and for managing customer relationships in ways that benefit the organization and its stakeholders (Sebuah fungsi organisasi dan sekumpulan proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan dan menghantarkan nilai kepada konsumen dan membangun/mengatur hubungan dengan konsumen untuk keuntungan perusahaan dan pemetgang saham)
Sedangkan Marketing management : Marketing management is the art and science of choosing target markets and getting, keeping, and growing customers through creating, delivering, and communicating superior customer value (seni dan ilmu memilih dan mendapatkan target pasar, menjaga dan mengembangkan konsumen dan mengkomunikasikan nilai-nilai bagi pelanggan). Jadi, yang terpenting dalam marketing (pemasaran) adalah bagaimana kita seharusnya bisa menghantarkan value/nilai dari sebuah produk yang kita jual kepada konsumen sehingga konsumen akan bisa merasakan
manfaat dari produk yang kita jual.

Angka penjualan tidak penting?
 
Penting tidaknya sebuah angka penjualan dalam marketing tergantung kepada orientasi/konsep pemasaran yang digunakan oleh perusahaan itu sendiri. Kotler dan Keller membaginya menjadi empat jenis yaitu :
  1. Product Concept : Keyakinan bahwa konsumen akan memilih produk dengan nilai-nilai yang terbaik dari segi kualitas harga dan aspek lainnya yang berkaitan dengan produk tersebut.
  2. Production Concept : perusahaan meyakinin bahwa konsumen akan tertarik untuk membeli barang yang bisa didapatkan dengan mudah dan dengan harga yang murah.
  3. Selling Concept : Konsep menjual. Dengan konsep ini semakin banyak menjual akan menjadi saebuah nilai yang menjadi sangat baik.
  4. Marketing concept : dengan konsep ini menekankan kepada produk yang tepat kepada konsumen yang tepat.
Empat konsep diatas adalah konsep yang digunakan pada era 40-an sampai dengan era 80-an yang sangat menekankan pada angka penjualan yang dapat diraih oleh sebuah perusahaan. Keberhasilan proses pemasaran ditentukan oleh angka penjualan yang dapat diraih oleh perusahaan tersebut. Sedangkan Marketing Concept adalah pendekatan pemasaran yang mengutamakan memberikan produk/layanan jasa yang sesuai bagi pelanggan. Karena dalam konsep ini terpenuhinya kepuasan konsumen saat menggunakan produk atau layanan kita lebih penting dibandingkan dengan kuantitas produk atau layanan jasa yang mampu dicapai oleh perusahaan. Dengan terpenuhinya kepuasan konsumen yang diinginkan, diharapkan akan mampu membuat konsumen menjadi loyal terhadap produk atau layanan yang kita berikan, terlebih lagi
konsumen yang terpuaskan akan melakukan promosi word of mouth dengan sendirinya.
Walau begitu angka penjualan tetap menjadi sebuah hal yang penting karena angka penjualan menjadi sebuah patokan secara kuantitas apakah produk kita sukses atau tidak dipasaran, tetapi tetap yang menjadi sebuah hal yang paling utama adalah konsumen merasa nyaman dengan nilai dari produk yang kita jual.


Keindahan Desain Sebagai Strategi Marketing
Sumber : March2012 


Keindahan Desain Sebagai Strategi Marketin
             

Kamis, 29 Agustus 2013

Brosur Terunyu :3



Here's a thing, Initinya perkara ada tidaknya kekuatan gua dalam membuat desain, yang pasti gua suka banget sama brosur yang emang bikin ngundang kaya begini.. tapi sayang gak jadi di cetak. :|